Infrastruktur dan fasum Banyak Diajukan Warga ke Dewan Ketika Reses

Selasa, 06 Oktober 2026 - 22:39:57


/

Radarjambi.co.id-MUAROJAMBI-Belum lama ini Anggota Dewan Muarojambi mengadakn reses di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).

Usai melaksanakan Reses atau dengar masukan warga, terungkap jika sebagian besar warga di tiap Dapil mengajukan pembanggunan infrastruktur dan fasilitas umum (Fasum) seperti lampu jalan dan pembanggunan drainase.

Dalam rapat paripurna dengan agenda penyampain hasil reses selain infrastruktur warga juga mengajukan bantuan berupa bibit tanaman dan juga peralatan pertanian.

Paripurna kali ini Selasa (6/10/2026) memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahapan dalam memastikan aspirasi masyarakat yang diserap anggota DPRD melalui kegiatan reses tidak berhenti sebatas laporan di ruang sidang.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, Ia menegaskan bahwa rapat paripurna tersebut secara khusus mengagendakan penyampaian hasil reses masa sidang III DPRD Muaro Jambi.

Menurutnya, hasil reses akan disampaikan secara langsung oleh juru bicara masing-masing daerah pemilihan (dapil).

“Paripurna pada hari ini adalah penyampaian hasil reses masa sidang III DPRD,” kata Aidi Hatta.Selanjutnya, penyampaian hasil reses dilakukan oleh juru bicara dari masing-masing dapil.

Momentum tersebut menjadi ruang bagi DPRD untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan anggota dewan ketika turun langsung ke tengah masyarakat. Reses sendiri menjadi salah satu instrumen penting bagi anggota DPRD dalam menyerap kebutuhan dan keluhan masyarakat di daerah pemilihannya.

Aspirasi yang muncul dari masyarakat pada dasarnya bukan sekadar daftar usulan. Di balik setiap usulan terdapat kebutuhan warga yang berharap adanya perhatian dan solusi konkret dari pemerintah daerah.

Karena itu, penyampaian hasil reses dalam rapat paripurna menjadi titik awal untuk membawa aspirasi masyarakat masuk ke dalam pembahasan kebijakan dan program pembangunan daerah.

Persoalan yang kerap menjadi sorotan dalam setiap agenda reses bukan hanya mengenai seberapa banyak aspirasi masyarakat yang berhasil dihimpun, melainkan bagaimana nasib aspirasi tersebut setelah disampaikan.

Masyarakat tentu tidak ingin aspirasi yang disampaikan melalui wakilnya hanya berhenti sebagai catatan dalam dokumen hasil reses.

''Harapan warga jauh lebih sederhana: persoalan yang mereka sampaikan dapat memperoleh perhatian, dibahas, diprioritaskan, dan bila memungkinkan direalisasikan melalui program pemerintah daerah,'' ujarnya.(akd)