Pelatihan Olahan Singkong Dorong UMKM Desa Pengkol

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:20:51


/

Radarjambi.co.id-Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) BEM FKIP melaksanakan pelatihan diversifikasi produk olahan singkong bagi pelaku UMKM di Desa Pengkol, Nglipar, Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat mengembangkan singkong menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah.

Singkong merupakan salah satu bahan pangan yang cukup mudah ditemukan dan dapat

diolah menjadi berbagai jenis makanan. Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui pelatihan agar pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan satu jenis produk olahan.

Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan dengan berbagai kemungkinan pengolahan singkong.

Proses tersebut memberikan gambaran kepada pelaku UMKM bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih kreatif dan memiliki peluang untuk dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.

Pelatihan juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengembangkan ide dari bahan yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari.

Dari singkong yang sederhana, peserta dapat melihat peluang untuk menciptakan produk dengan bentuk, rasa, maupun penyajian yang berbeda.

Diversifikasi produk penting dilakukan agar pelaku UMKM memiliki lebih banyak pilihan dalam memasarkan hasil usahanya.

Ketika produk yang ditawarkan semakin beragam, pelaku usaha dapat menyesuaikannya dengan selera dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

Bagi pelaku UMKM Desa Pengkol, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara bertahap.

Mereka dapat mencoba mengolah singkong menjadi produk baru tanpa harus meninggalkan bahan baku lokal yang selama ini mudah diperoleh.

Pengembangan produk juga dapat membantu meningkatkan nilai jual singkong. Bahan baku yang sebelumnya dijual atau diolah secara sederhana dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi setelah melalui proses pengolahan dan pengemasan yang lebih menarik.

Selain membuka peluang usaha, kegiatan ini dapat mendorong kreativitas peserta dalam melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Pelaku UMKM menjadi lebih terdorong untuk mencoba berbagai inovasi daripada hanya mempertahankan produk yang sudah ada.

Proses pelatihan juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk memahami bahwa mengembangkan produk membutuhkan proses.

Mulai dari menentukan jenis olahan,mencoba rasa, memperhatikan bentuk, hingga memikirkan bagaimana produk tersebut dapat diterima oleh konsumen.

Hal tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh bahan bakunya.

Kreativitas dalam mengolah dan menyajikan produk juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen tertarik untuk mencoba.

Bagi tim PPKO BEM FKIP, kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan kepada masyarakat sekaligus pengalaman untuk belajar memahami kebutuhan pelaku UMKMsecara langsung.

Interaksi selama kegiatan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat potensi usaha yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.

Pendampingan tersebut juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi selama menjalankan usaha.

Dari proses diskusi tersebut, tim dapat menyesuaikan pendampingan dengan kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Pengkol.

Pelatihan diversifikasi produk olahan singkong juga dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lebih banyak variasi produk UMKM.

Jika terus dikembangkan, inovasi tersebut dapat mendukung usaha masyarakat agar memiliki pilihan produk yang lebih beragam dan mampu mengikuti perkembangan selera pasar.

Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan oleh peserta dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Produk hasil pengembangan juga dapat dipadukan dengan strategi pemasaran dan kemasan yang lebih menarik sehingga peluang untuk menjangkau konsumen baru semakin terbuka.

Pemanfaatan singkong sebagai bahan olahan juga menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan kreativitas dan pendampingan yang berkelanjutan, bahan pangan yang sederhana dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang memiliki daya saing.

Melalui pelatihan diversifikasi produk olahan singkong, pelaku UMKM Desa Pengkol mendapatkan pengalaman untuk melihat peluang baru dari bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kreativitas, menambah variasi produk, meningkatkan nilai jual, serta memperkuat kemampuan UMKM dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.(*)