Radarjambi.Co.Id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan sinergi bersama para pemangku kepentingan. Hal ini disampaikan dalam penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang digelar di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar dengan dukungan populasi muslim yang mencapai 244,7 juta jiwa.
“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah terbentuk menjadi kekuatan penting bagi perekonomian nasional. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi tersebut sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujar Friderica.
Ia menambahkan, OJK terus mendorong sektor keuangan syariah agar berkontribusi terhadap program prioritas pemerintah, termasuk melalui penguatan pembiayaan yang inklusif bagi UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pengentasan kemiskinan.
Friderica juga berharap sinergi yang terbangun selama Ramadan dapat berlanjut sepanjang tahun guna memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas edukasi keuangan syariah
“Melalui gerakan yang terarah, masif, dan merata, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” kata Dicky.
Sepanjang GERAK Syariah 2026, tercatat 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8.350.391 orang atau meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja, penghimpunan dana mencapai Rp6,83 triliun dan penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun, yang juga mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, jumlah penerima manfaat sosial mencapai 266.421 orang dengan total dana tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang mencatat 158.203 penerima manfaat dan Rp30,75 miliar dana sosial.
Menurut Dicky, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa keuangan syariah memiliki keterkaitan erat dengan sektor ekonomi riil.
“Keuangan syariah akan tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi riil seperti UMKM, industri halal, dan usaha produktif lainnya,” ujarnya.
Ferry berharap kolaborasi antara MES dan OJK terus diperkuat melalui program berkelanjutan.
Pada acara tersebut, OJK bersama Kementerian Agama Republik Indonesia juga meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026. Buku saku ini dirancang sebagai panduan praktis pengelolaan keuangan, termasuk keuangan syariah, dengan pendekatan nilai-nilai agama yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai perilaku ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut, meski jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 244 juta jiwa, tingkat partisipasi ekonomi syariah baru sekitar 7,6 persen, jauh tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah mencapai 67 persen.
Meski demikian, Nasaruddin mengapresiasi adanya tren peningkatan dari tahun ke tahun dalam adopsi keuangan syariah di Indonesia.
Melalui GERAK Syariah 2026 dan peluncuran Buku ESA, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi lintas sektor, guna mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)
Yamaha Jambi Gelar Uji Kompetensi Keahlian, Siapkan Siswa Kelas Khusus SMKN 6 Tebo (Rimbo Bujang)
Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi
1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina
RIVERA PARK Libur Panjang Lebaran 2026, Rivera Masih Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Jambi
Hari Air Sedunia Jejak Palmco Dari Kalimantan Hingga Daerah Bencana
OJK Hormati Putusan KPPU Soal Dugaan Pelanggaran Kartel Suku Bunga di Pinjaman Daring
Kejari Tanjabbar Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi PDAM Tirta Pengabuan