Radarjambi.Co.Id - BPJS Kesehatan Jambi Gelar Media Gathering, Selasa 27 Oktober 2026. Dalam media gathering tersebut Pihak BPJS menjelaskan tentang Isu JKN dihapus BPJS Kesehatan yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
hal tersebut dibantah oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah, ia menegaskan bahwa informasi yang mengatakan layanan BPJS Kesehatan akan dihapus dan digantikan klinik kesehatan Koperasi Desa Merah Puti tersebut tidak benar (hoax).
BPJS Kesehatan Tegaskan JKN Tidak Dihapus Rizzky meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya melalui saluran resmi BPJS Kesehatan.
“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Rizzky
BPJS Kesehatan menyediakan layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, aplikasi Mobile JKN, serta Care Center 165 untuk membantu peserta memperoleh informasi. Dengan demikian, masyarakat perlu membedakan kabar mengenai perubahan status kepesertaan atau ketentuan layanan dari klaim bahwa seluruh program JKN akan dihapus.
Dalam Media Gathering tersebut Asisten Deputi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan Jenal M Sambas menyampaikan data tentang cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jambi mencapai 95,28 persen atau sekitar 3.758.134 jiwa dari total sekitar 3.944.226 penduduk pada 2026.
Berdasarkan data itu, kata dia, Kabupaten Sarolangun mencatat cakupan kepesertaan JKN tertinggi sebesar 99,49 persen, sedangkan Kabupaten Tebo memiliki cakupan terendah, yakni 83,42 persen.
Ia juga mengatakan empat kabupaten/kota di Provinsi Jambi telah mencapai target Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dengan kepesertaan minimal 98 persen.
Keempat daerah tersebut meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 98,14 persen, Tanjung Jabung Timur 98,80 persen, Kota Jambi 98,17 persen, dan Sarolangun 99,49 persen. BPJS Kesehatan juga mencatat tingkat keaktifan peserta JKN di Provinsi Jambi mencapai 72,85 persen atau sekitar 2.873.433 jiwa dari total penduduk.
Kabupaten Sarolangun kembali mencatat capaian tertinggi dalam keaktifan peserta, yakni 83,31 persen, disusul Kota Jambi sebesar 82,81 persen, sementara Kabupaten Tebo mencatat tingkat keaktifan terendah sebesar 57,35 persen.
Menurut dia, data itu menunjukkan perluasan kepesertaan masih menjadi perhatian, terutama di Kabupaten Tebo, Kerinci, dan Merangin yang masing-masing memiliki cakupan sebesar 83,42 persen, 89,82 persen, dan 90,57 persen.
"Peningkatan cakupan dan keaktifan peserta JKN diharapkan dapat memperluas perlindungan kesehatan masyarakat serta mendukung akses pelayanan kesehatan bagi penduduk di seluruh wilayah Provinsi Jambi," katanya.(*ria/akd)