CERIANG: Cegah Resiko Anemia dengan Penerapan Gizi Seimbang

Posted on 2026-10-02 22:07:08 dibaca 58 kali

Radarjambi.co.id-Mudah lelah, sering mengantuk, pusing, hingga sulit berkonsentrasi saat belajar kerap dianggap sebagai hal biasa bagi remaja.

Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda anemia yang perlu diperhatikan. Anemia bukan hanya membuat tubuh terasa lemas, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan belajar.

Melihat pentingnya pencegahan anemia sejak usia remaja, edukasi gizi bertajuk “CERIANG: Cegah Risiko Anemia dengan Penerapan Gizi Seimbang” dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Gizi Universitas Ahmad Dahlan di Puskesmas Moyudan bagi siswi kelas 10 dan 11 SMK Islam Moyudan, Padukuhan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 10.00–11.00 WIB dan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa PKL Amanda Ratnadewati Noer, Najwa Hanifah, dan Chitra Prasetya Ningrum Ugar sebagai fasilitator.

Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal sehingga kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang.

Salah satu penyebab yang umum adalah kekurangan zat besi. Pada masa remaja, kebutuhan zat gizi meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan.

Sementara itu, remaja putri memiliki risiko lebih besar mengalami kekurangan zat besi karena kehilangan darah selama menstruasi.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa anemia masih ditemukan pada kelompok usia sekolah dan remaja.

Prevalensi anemia berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin tercatat sebesar 16,3% pada kelompok usia 5–14 tahun dan 15,5% pada kelompok usia 15–24 tahun.

Selain itu, data yang dikaji Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan menunjukkan masih banyak remaja putri yang belum pernah mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD). Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai anemia dan cara pencegahannya masih diperlukan.

Dalam kegiatan CERIANG, siswa tidak hanya diajak mengenal anemia, tetapi juga memahami bagaimana menerapkan kebiasaan sederhana untuk mencegahnya.

Materi yang diberikan mencakup pengertian, tanda dan gejala, penyebab, dampak anemia, makanan sumber zat besi, peran vitamin C, gizi seimbang, hingga pentingnya konsumsi TTD sesuai anjuran bagi remaja putri.

Salah satu pesan penting yang diberikan adalah pentingnya memperhatikan kombinasi makanan. Makanan sumber zat besi dapat berasal dari pangan hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

Konsumsinya dapat dipadukan dengan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Sebaliknya, konsumsi teh atau kopi yang berdekatan dengan waktu makan perlu diperhatikan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Selain materi, kegiatan dibuat interaktif melalui tanya jawab dan kuis. Siswa diajak menguji pemahaman mereka mengenai tanda anemia, sumber zat besi, pilihan makanan bergizi seimbang, hingga kebiasaan yang dapat membantu mencegah anemia.

Kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan setelah edukasi.

Pemilihan siswi SMK sebagai sasaran juga memiliki alasan penting. Remaja berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup.

Lingkungan sekolah menjadi tempat strategis untuk memberikan edukasi kesehatan karena pengetahuan yang diperoleh dapat langsung dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari.

Bagi siswi SMK yang menjalani pembelajaran teori maupun praktik, kondisi fisik dan kemampuan berkonsentrasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa. Tercatat tingkat kehadiran peserta mencapai 100%.

Untuk mengukur efektivitas program, fasilitator menggunakan metode evaluasi pre-test dan post-test yang diselingi dengan kuis interaktif berhadiah.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman yang signifikan terkait anemia dan gizi seimbang setelah penyuluhan diberikan.

Melalui kegiatan ini, pencegahan anemia diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai penyakit, tetapi dapat dilanjutkan melalui kebiasaan sederhana: makan beragam dan bergizi seimbang, mengonsumsi sumber zat besi, memadukannya dengan sumber vitamin C, memperhatikan waktu konsumsi teh atau kopi, serta mengonsumsi TTD sesuai anjuran bagi remaja putri.

CERIA bukan hanya tentang mengenali anemia, tetapi juga tentang membangun kebiasaan sehat sejak remaja. Karena mencegah anemia dimulai dari hal sederhana yang dilakukan setiap hari.(*)

 

Penulis: Chitra Prasetya Ningrum Ugar Mahasiswi UAD

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id