Radarjambi.Co.Id - Jambi, Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak mendapatkan apresiasi di tingkat Provinsi. Hal itu setelah Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dianugerahi penghargaan atas kontribusi nyata dalam menyukseskan Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) Tahun 2026 yang diberikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi.
Penghargaan itu diserahkan pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, yang mengusung tema utama "Ayah Wajib Hadir" pada Senin (29/06/2026), yang tertuang dalam Sertifikat Nomor: 60/KK.02/J5/2026.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) merupakan program yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN dengan tujuan untuk meningkatkan keterlibatan emosional ayah dalam pendidikan anak guna menekan angka fatherless (kurangnya figur ayah dalam pengasuhan). Kehadiran ayah di sekolah saat pembagian rapor diharapkan dapat menjadi teladan dan membangun motivasi belajar.
Sejalan dengan itu, dalam menyukseskan program dari BKKBN tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengeluarkan kebijakan agar menggalakkan program kepedulian orang tua yang didukung oleh Wali Kota Maulana, seperti inisiatif "Ayah Bahagia". Gerakan ini secara aktif mendorong para ayah untuk meluangkan waktu dan terlibat langsung dalam perkembangan pendidikan anak, termasuk turun tangan mengambil rapor di sekolah.
Keterlibatan langsung ayah dalam mengambil rapor anak memiliki banyak manfaat positif. Momen ini bukan sekadar formalitas mengambil nilai, melainkan bentuk dukungan emosional yang signifikan, membuat anak merasa lebih diperhatikan, serta meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar mereka
"Ini bukan sekedar soal mengantar anak ke sekolah. Ini adalah tentang menghadirkan peran ayah secara utuh dalam tumbuh kembang anak. Karena dari rumah yang hangat, akan lahir generasi yang kuat," ujar Wali Kota Maulana, saat dimintai keterangan terkait penghargaan tersebut, Senin (06/07/2026).
Ia mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk tidak melewatkan momen sederhana namun penuh makna itu. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga merupakan bentuk cinta dan tanggung jawab ayah yang tidak tergantikan.
Dirinya menegaskan, Pemkot Jambi dibawah kepemimpinannya bersama Wawako Diza akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada penguatan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Maulana menjelaskan melalui program "Ayah Bahagia", mendorong para ayah untuk lebih aktif dan peduli terhadap tumbuh kembang anak.
"Ini juga mencakup pembentukan karakter anak melalui lingkungan pergaulan yang sehat, yang merupakan bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," jelas Maulana.
la pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua, khususnya para ayah dan ibu yang terus berjuang demi masa depan anak-anak mereka. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Jambi yang terus berupaya membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
"Terima kasih kepada Ayahanda dan Ibunda yang dengan penuh cinta dan tanggung jawab terus mendampingi langkah putra-putrinya menuju kesuksesan, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial " tutup Wali Kota Maulana.
Selain penghargaan yang ditujukan kepada Wali Kota Jambi, pada momentum puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jambi itu, turut pula diserahkan Piagam Penghargaan Dalam Apresiasi Rumah Data Kependudukan Tingkat Provinsi Tahun 2026 kepada RDK Mawar, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Sebagai TERBAIK II.
Melalui Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Jambi untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta memperkuat sinergi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.(*)