Pengaruh Komunikasi Pariwisata terhadap Minat Berkunjung Generasi Z ke Kampung Heritage Kajoetangan

Posted on 2026-06-29 15:06:33 dibaca 82 kali

Radarjambi.co.id-Proses belajar terbaik sering kali terjadi di luar ruang kelas. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, teori-teori akademis baru terasa hidup ketika diuji langsung di lapangan. Pengalaman berharga inilah yang dirasakan oleh Mutiara Ramadhani Firdaus bersama dua rekan kelompoknya, saat menyelesaikan proyek Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Komunikasi Pariwisata. Kami ditantang untuk mengeksplorasi destinasi wisata di area Malang dan Batu, lalu mengemas hasilnya ke dalam bentuk vlog serta artikel media massa.

 Pilihan kami jatuh pada Kampung Heritage Kajoetangan Malang. Awalnya, kami memilih tempat ini murni karena penasaran setelah sering melihatnya berseliweran di media sosial. Namun, begitu melangkah ke sana, kami menyadari bahwa daya pikat Kajoetangan bukan sekadar deretan bangunan kolonial atau lorong-lorong klasiknya.

Lebih dari itu, tempat ini menjadi contoh nyata bagaimana komunikasi pariwisata mampu memantik rasa penasaran, khususnya bagi Generasi Z. Perjalanan ini menjadi bukti konkret bahwa komunikasi memegang peran krusial dalam menggerakkan minat berkunjung wisatawan.

Peran Komunikasi dan Ekspektasi Digital

Secara esensi, komunikasi pariwisata adalah seni menyampaikan informasi untuk menarik atensi, memberikan pemahaman, sekaligus membentuk citra positif suatu destinasi. Di era digital saat ini, di mana Gen Z sangat bergantung pada konten visual, komunikasi yang memikat adalah penentu utama sebelum seseorang memutuskan untuk traveling.

 Proyek lapangan ini dijalankan pada pertengahan semester genap di bawah bimbingan dosen pengampu, Drs.Widiyatmo Ekoputro,M.A,. Di kelas, beliau selalu menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya sekadar menghafal teori, tetapi harus mampu mengamati langsung bagaimana strategi komunikasi pariwisata diterapkan di dunia nyata.

 Berbekal arahan tersebut, kami menyusun rencana perjalanan. Riset awal kami lakukan melalui media sosial, artikel online, dan ulasan para pengunjung. Mayoritas konten menampilkan potret sudut kampung yang estetis, arsitektur kolonial yang terawat, mural bersejarah, serta berbagai spot foto yang instagenik. Tanpa disadari, limpahan informasi visual ini langsung membangun ekspektasi tinggi dan memicu keinginan kami untuk segera datang.

Pengalaman Langsung di Lapangan

Setibanya di Kajoetangan, kami langsung disambut oleh atmosfer yang kontras dengan hiruk-pikuk kota. Gang-gang sempit dihiasi mural kreatif, rumah-rumah kuno berdiri kokoh, dan papan informasi sejarah terpasang rapi untuk memandu wisatawan memahami narasi masa lalu kampung ini. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi pariwisata tidak berhenti pada promosi sebelum kunjungan saja, tetapi juga harus hadir secara visual dan informatif di lokasi wisata (on-site marketing).

Bagi Gen Z, esensi berwisata saat ini telah bergeser: bukan lagi sekadar melihat tempat baru, melainkan berburu cerita (konten) untuk dibagikan kembali ke jejaring sosial mereka.

 Kampung Heritage Kajoetangan berhasil menangkap peluang tersebut. Kami melihat banyak remaja sibuk mendokumentasikan momen, memproduksi video short/reels, hingga berfoto dengan latar bangunan kuno. Secara tidak langsung, para pengunjung ini bertransformasi menjadi agen promosi gratis yang memperluas jangkauan publikasi tempat ini.

 Fenomena tersebut menegaskan bahwa pemasaran wisata kini tidak lagi menjadi beban mutlak pemerintah atau pengelola. Wisatawan, terutama Gen Z, telah menjadi bagian dari ekosistem komunikasi melalui konten yang mereka unggah. Semakin banyak testimoni visual yang positif, semakin besar pula peluang destinasi tersebut untuk viral dan dikenal luas.

 Menghidupkan Destinasi Lewat Cerita

Selama observasi, kelompok kami aktif merekam berbagai sudut estetis untuk materi vlog tugas kuliah. Bagi kami, pembuatan vlog ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan praktik nyata komunikasi pariwisata. Melalui kombinasi visual, narasi, dan impresi jujur yang kami bagikan, kami mencoba memperkenalkan keunikan Kajoetangan kepada audiens yang lebih luas.

Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga, yaitu Komunikasi yang efektif mampu mengubah rasa penasaran menjadi tindakan nyata (kunjungan), dan potensi wisata yang besar akan sia-sia jika tidak dikomunikasikan dengan menarik atau gagal menjangkau target pasar yang tepat.

 Di tengah sengitnya kompetisi industri pariwisata, komunikasi yang kreatif, informatif, dan autentik adalah investasi jangka panjang untuk menjaga eksistensi sebuah destinasi. Lewat proyek mata kuliah Ilmu Pariwisata ini, kami tidak hanya pulang membawa nilai akademis, tetapi juga pemahaman mendalam bahwa sebuah tempat wisata baru bisa benar-benar "hidup" lewat cerita yang dibangun dan disampaikan kepada dunia.(*)

 

 

Penulis :  Mutiara dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

 

 

 

 

 

 

 

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id