Hasil Rapat KSSK II 2026: Kondisi Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Posted on 2026-05-08 13:50:41 dibaca 57 kali

Radarjambi.Co.Id - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada triwulan I 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam rapat berkala KSSK II Tahun yang digelar pada 27 April 2026, KSSK menilai volatilitas pasar keuangan global meningkat seiring lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok perdagangan internasional akibat konflik geopolitik tersebut.

“Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain,” demikian disampaikan dalam rapat berkala KSSK II tahun 2026, Senin 27 April 2026. 

Di tengah tekanan global, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,39 persen yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang akselerasi belanja pemerintah, peningkatan konsumsi rumah tangga, dan investasi.

Konsumsi masyarakat tumbuh didukung momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), stimulus pemerintah, dan penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat melalui program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Nelayan, dan Sekolah Rakyat.

Dari sisi investasi, pertumbuhan ditopang proyek hilirisasi Danantara dan pembangunan infrastruktur pendukung program prioritas pemerintah. Aktivitas manufaktur juga tetap berada di zona ekspansi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Maret 2026 sebesar 50,1.

KSSK memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 dapat mencapai 5,4 persen atau lebih, didukung sinergi kebijakan pemerintah dan lembaga anggota KSSK.

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Maret 2026 mencatat surplus sebesar USD5,5 miliar. Meski demikian, tekanan global menyebabkan arus modal asing keluar (capital outflow) sebesar USD1,7 miliar selama triwulan I 2026.

Nilai tukar rupiah pada akhir Maret 2026 tercatat berada di level Rp16.995 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,88 persen dibanding akhir 2025. Bank Indonesia pun memperkuat kebijakan stabilisasi rupiah melalui intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter.

Inflasi nasional juga dinilai tetap terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen yoy atau masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen.

Di sektor perbankan, penyaluran kredit pada Maret 2026 tumbuh 9,49 persen yoy menjadi Rp8.659 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,1 persen.

Ketahanan perbankan juga dinilai kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,09 persen, sementara likuiditas tetap memadai.

Sementara itu, pasar modal domestik bergerak dinamis di tengah tekanan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 31 Maret 2026 berada di level 7.048,22 dan mulai menunjukkan penguatan memasuki Mei 2026.

KSSK menegaskan akan terus memperkuat sinergi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung sektor riil, dan menopang program prioritas pemerintah demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan. (*)

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id