Sudaryanto

TINDAK EKSPRESIF DALAM RETORIKA HAEDAR NASHIR

Posted on 2026-04-16 13:31:41 dibaca 71 kali

Radarjambi.co.id-Salah satu topik kajian menarik dalam studi pragmatik adalah tindak tutur (speech acts). Tindak tutur adalah kalimat atau ujaran yang memiliki makna proposisional dan kekuatan ilokusioner.

Terkait itu, Richards & Schmidt (2010) mengatakan, dalam teori tindak tutur, ujaran memiliki dua makna, yaitu makna proposisional dan makna ilokusioner.

Pertanyaannya, bagaimana tindak tutur dalam retorika Haedar Nashir sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah? Apa jenis tindak tutur dalam retorika Haedar Nashir?

Secara konseptual, ujaran (atau tuturan) memiliki dua makna, yaitu makna proposisional dan makna ilokusioner.

Makna proposisional (juga dikenal sebagai makna lokusioner) adalah makna literal dasar dari ujaran yang disampaikan oleh kata-kata dan struktur tertentu yang terkandung dalam tersebut.

Sementara itu, makna ilokusioner (juga dikenal sebagai daya ilokusioner) adalah efek yang ditimbulkan ujaran atau teks tertulis pada pembaca atau pendengar (Richards & Schmidt, 2010).

Jenis Tindak Tutur

Ada banyak jenis tindak tutur yang berbeda, seperti permintaan, pesanan, perintah, keluhan, dan janji. Dalam bukunya Principle of Pragmatics (1983), Leech membagi kategori jenis tindak tutur atas lima macam.

Yaitu, tindak asertif, tindak direktif, tindak komisif, tindak ekspresif, dan tindak deklarasi. Sedikit berbeda dengan Leech, Searle (1979) menyebut tindak asertif dengan istilah lain: tindak representatif. Dalam artikel singkat ini, penulis berfokus pada salah satu tindak tutur, yaitu tindak ekspresif.

Leech (1983) menjelaskan, tindak ekspresif adalah tindak tutur yang mengungkapkan atau mengutarakan sikap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam ilokusi.

Misalnya, tindak tutur yang bermakna ‘mengucapkan terima kasih’, ‘mengucapkan selamat’, ‘memberi maaf’, ‘mengecam’, ‘memuji’, ‘mengucapkan belasungkawa’, dll. Singkatnya, tindak ekspresif merupakan tindak tutur yang menggambarkan sikap psikologis penutur atas fakta dan realita yang dihadapinya.

Pertama, tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan terima kasih’. Dalam pidato Iftitah Tanwir Muhammadiyah di Kupang tahun 2024, Haedar Nashir mengucapkan:

“Karenanya kami sungguh berterima kasih atas kerja keras segenap penggerak dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan dan lini organisasi di pelosok tanah air hingga ke mancanegara, yang telah berkhidmat dengan ikhlas memajukan Muhammadiyah untuk kemaslahatan umat dan bangsa.” Ucapan itu menjadi bukti nyata bahwa Haedar Nashir menggunakan tindak ekspresif.

Selain itu, Haedar Nashir juga menggunakan tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan terima kasih’ dalam pidato Milad ke-113 Muhammadiyah.

Dia berkata: “Kami berterima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan, dukungan, dan kerja sama positif sehingga Muhammadiyah mampu bertahan dan melangsungkan pergerakannya.

Pergerakan ini bersama seluruh kekuatan bangsa tetap istiqamah dalam melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.”

Kedua, tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan selamat’. Dalam pidato Milad ke-106 Muhammadiyah tahun 2018, Haedar Nashir menuturkan:

“Dalam momentum Milad tahun 2018 ini Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara khusus menganugerahkan Muhammadiyah Award kepada Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai wujud penghargaan tertinggi atas dedikasinya dalam bidang perdamaian dan kemanusiaan. ...” Ucapan itu juga menjadi bukti nyata bahwa Haedar Nashir menggunakan tindak ekspresif.

Di samping itu, Haedar Nashir juga menggunakan tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan selamat’ dalam pidato Milad ke-113 Muhammadiyah. Dia berujar:

“Alhamdulillah Muhammadiyah pada 18 November tahun 2025 ini genap berusia 113 tahun dari hari kelahirannya tahun 1912. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah dan karunia-Nya sehingga Muhammadiyah mampu melewati usia lebih satu abad dengan berbagai kemajuan yang bermaslahat bagi kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.”

Tindak Ekspresif

Ketiga, tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan belasungkawa’. Dalam pidato refleksi akhir tahun 2025, Haedar Nashir berkata:

“Bangsa Indonesia mengawali tahun 2026 dengan menyisakan duka akibat bencana banjir Aceh, Sumatra utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya.

Suatu musibah berat yang tentu tidak dikehendaki dan mesti kita hadapi bersama. Karenanya kami mendukung himbauan, ... alangkah elok manakala tidak ada pestapora dan euforia kembang api, sebagai wujud empati merasakan derita sesama.”

Selain itu, Haedar Nashir juga menggunakan tindak ekspresif bermakna ‘mengucapkan belasungkawa’ dalam pidato refleksi kebangsaan 80 tahun Indonesia merdeka tahun 2025.

Dia mengemukakan: “Ketika terjadi berbagai penyalahgunaan dalam praktik berbangsa bernegara, justru 80 tahun Indonesia merdeka jelas paradoks luar biasa.

Alih-alih bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberi berkah kemerdekaan serta menghargai perjuangan luhur seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan Indonesia merdeka.”

Keempat, tindak ekspresif bermakna ‘mengecam’. Dalam pidato Milad ke-111 Muhammadiyah tahun 2023, Haedar Nashir menyampaikan: “Karena itu ikhtiar Muhammadiyah dalam membela Palestina dan mengutuk imperalisme dan kolonialisme Zionis Israel, antara lain karena tekad menyelamatkan kehidupan manusia dan alam semesta. ... Sungguh ironi bahwa di dunia modern abad ke-21 ... justru masih terjadi agresi dan penjajahan yang menghancurkan jiwa manusia dan lingkungan semesta.”

Terakhir, kelima, tindak ekspresif bermakna ‘memuji’. Dalam pidato Milad ke-111 Muhammadiyah tahun 2023, Haedar Nashir berkata: “... Rasa syukur hanya kepada Allah karena atas anugerah-Nya organisasi Islam warisan berharga Kyai Haji Ahmad Dahlan ini terus dijaga ruh gerakannya dalam menjalankan misi utama dakwah dan tajdid menuju terwujudnya Khaira Ummah.

Muhammadiyah melalui seluruh amal usaha dan gerak dakwahnya terus meluas di dalam dan luar negeri untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta.”

Akhirnya, tindak tutur ekspresif banyak digunakan oleh Haedar Nashir selaku Ketua PP Muhammadiyah dalam menyampaikan pidatonya. Tindak tutur ekspresif (juga tindak tutur lainnya) memiliki makna proposisional dan makna ilokusioner.

Kedua makna itu berperan penting dalam sebuah tuturan/ujaran dalam konteks berkomunikasi dengan orang lain/massa.

Dengan begitu, melalui pidatonya Haedar Nashir menggunakan tindak ekspresif secara tepat dan bermakna ‘mengucapkan terima kasih’, ‘mengecam’, dan ‘memuji’.    (*)

 

Penulis : Sudaryanto, Dosen PBSI FKIP UAD; Mahasiswa S-3 UNY,Endang Nurhayati, Korprodi S-3 IPB FBSB UNY Teguh Setiawan, Guru Besar FBSB UNY

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id