PDAM Hentikan Pendistribusian Air Kepada 5.300 Pelanggan

Senin, 12 Agustus 2019 - 22:03:39 | dibaca: 389 kali


Sumber air baku PDAM Tirta Pengabuan mengalami kekeringan.
Sumber air baku PDAM Tirta Pengabuan mengalami kekeringan. /

radarjambi.co.id-TANJABBARAT-Dampak musim kemarau yang berkepanjangan sejak pertengahan bulan juli 2019 hingga saat ini, air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanjab Barat kering.

Dengan kondisi itu pula pihak PDAM terpaksa menyetop pendistribusian air kepada pelanggan yang jumlahnya mencapai 5.300 pelanggan.

Hal ini juga dipertegas dengan adanya pengumuman dari PDAM Tirta Pengabuan. Melalui Hairudin ST Kabag Tehnik PDAM Tirta Pengabuan dalam pengumuman tersebut ditulis.

Sehubungan dengan adanya musim kemarau maka kami umumkan kepada seluruh pelanggan PDAM Tirta Pengabuan Kota Kuala Tungkal terhitung tanggal 8 agustus 2019 pendistribusian air ke pelanggan mati total dikarenakan sumber air baku kami mengalami kekeringan.

Sementara itu Ustayadi Barlian Direktur PDAM Tirta Pengabuan mengatakan, belum bisa memastikan hingga kapan pemutusan pendistribusian air PDAM ke pelanggan dilakukan." ya tunggu hujanlah," ujar Ustayadi melalui Ponsel, Minggu (11/8/2019)

Jauh saat sumber air baku menyusut sebut Ustayadi, pihak PDAM telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membantu suplay air dari Tebing Tinggi ke sumber air baku di Kecamatan Bram Itam Tanjab Barat.

" Insya allah tidak lama lagilah. Dari PUPR untuk suplay air dari Tebing Tinggi ke Bram Itam tanggal 17 agustus 2019 mendatang. Tapi mudah-mudahan lebih cepatlah," harap Ustayadi.

Sementara menunggu suplay air dan berdo'a turunnya hujan sebut Ustyadi, pihaknya menjalankan sistem jemput bola mendatangi pelanggan menggunakan mobil tanki.

"Cuman tidak bisa maksimal namanya mobil tanki. Sedangkan Pelanggan yang ada ditungkal ilir saja mencapai 5.300 pelanggan. Tapi tetap kita jalankan saja setidaknya dapat meringankan beban pelanggan untuk memenuhi kebutuhan air," pungkas Ustayadi Barlian.

 

 

Reporter   ;    Kenata

Editor       :    Ansory S