Lahannya Langganan Karhutla, WC Sebut Api Dari Lahan Orang

Rabu, 17 Juli 2019 - 21:39:18 | dibaca: 161 kali


Petugas memadamkan kebakaran hutan.
Petugas memadamkan kebakaran hutan. /

radarjambi.co.id-TANJABBARAT-Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahunnya pada musim kemarau.

Salah satu titik rawan yang hampir setiap tahunnya menjadi langganan Karhutla adalah Kecamatan Betara, tepatnya lahan milik pengusaha minyak di Tanjab Barat inisial WC alias Aju.

Pada Selasa, 16 Juli 2019 siang Karhutla kembali terjadi di Kecamatan Betara tepatnya di lahan kebun kelapa sawit milik WC desa Muntialo Tanjab Barat.

Meski demikian WC alias Aju selaku pemilik lahan yang terbakar saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp membantah jika sumber api dari lahan miliknya dan menyebut asal api dari lahan milik orang lain.

"Asal api dari lahan orang. Lahan punya kita ada jugalah yang terbakar,” sebutnya singkat.

Dari data yang berhasil dihimpun, Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tanjab Barat, kali ini kebakaran terjadi di lahan kebun yang terletak di RT. 09, Jalan AMD Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, pada Selasa (16/7) Siang.

Akibatnya, sekitar 4,5 hektar lahan hangus dilalap api, meski telah mendapat bantuan dari puluhan petugas dari tim gabungan yang berjibaku berupaya memadamkan api.
Kendati sempat terkendala dalam pemadaman lantaran kondisi saat itu angin kencang dan api telah menjalar ke lahan kebun di sekitarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Tanjab Barat, H. Kosasih dikonfirmasi mengatakan api bisa dikendalikan oleh tim gabungan sekitar pukul 17.45 WIB dan kemudian dilakukan pendinginan hingga pukul 18.30 WIB.

Kosasih mengungkapkan, untuk kendala yang dialami tim gabungan saat melakukan pemadaman adalah angin kencang. Kalau untuk penyebab atau asal api belum bisa diketahui.

"Tim gabungan yang ikut serta melakukan pemadaman yakni dari BPBD Tanjab Barat, Polsek Betara, Koramil Tungkal Ilir, Manggala Agni Dak Ops Bukit Tempurung, Dinas Perkebunan Tanjab Barat, Dinas Kehutanan, RPK Distrik PT. WKS, KPMA dan Relawan Destana Desa Muntialo,” sebut Kosasih.

Sementara Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga, melalui Kapolsek Betara IPTU Irwan, dikonfirmasi menyampaikan, menurut keterangan dari saksi mata, bahwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Yang mana pada saat itu saksi mata sedang melakukan pemanenan di kebun kelapa sawit milik Willy Chan (WC).

Pada saat melakukan pemanenan, dijelaskan Kapolsek, saksi mendengar adanya suara percikan api dan melihat ada titik asap di areal lahan cetak sawah milik kelompok masyarakat, dimana api dengan cepat menjalar ke lahan kebun kelapa sawit milik Willy Chan.

Melihat kejadian itu, saksi kemudian melaporkan hal tersebut ke Security Depot Air Minum Muntialo bahwa terdapat adanya Titik Api atau Hot Spot.

“Atas kejadian tersebut, kemudian pemilik lahan kebun langsung melaporkan kejadian kebakaran lahan tersebut ke Polsek Betara. Mendapati laporan adanya Hot Spot kemudian kita langsung melakukan koordinasi lintas sektoral instansi terkait dan memerintahkan anggotanya untuk turun ke TKP guna untuk upaya melakukan penanggulangan Karhutla,” beber Iptu Irwan.

Lebih lanjut, Iptu Irwan mengatakan, api dapat dikendalikan dan dipadamkan oleh tim gabungan sekira pukul 17.45 WIB.

”Luas lahan yang terbakar kurang lebih 4,5 hektar. Untuk asal api masih belum bisa kita pastikan, saat ini masih dalam proses penyelidikan," ungkap Iptu Irwan.