Polres Batanghari Bentuk Timsus Kasus Pengeroyokan Kades Sengkati Baru

Kamis, 11 Juli 2019 - 21:43:19 | dibaca: 89 kali


Suasana Desa Sengati yang sempat memanas usia kades di keroyok.
Suasana Desa Sengati yang sempat memanas usia kades di keroyok. /

radarjambi.co.id-BATANGHARI-Kepolisian Resor (Polres) Batanghari membentuk tim Khusus (Timsus) dalam perkara pengeroyokan Kepala Desa (Kades) Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Hendrianto.

"Kita telah bentuk timsus untuk mengungkap pelaku pengeroyokan Kades Sengkati Baru dan anggota koperasi," kata Kapolres Batanghari, AKBP Moh Santoso dikonfirmasi wartawan Kamis (11/7).

Sejauh ini, diakui Santoso, pihak polisi telah menindak lanjuti laporan pengerokkan tersebut. Seperti melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, cek dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

"Belum ada penetapan tersangka, situasi disana sudah kondusif," ujarnya.
Perwira dua melati di pundak ini menyebutkan, pelaku pengeroyokan Kades Sengkati Baru dan anggota koperasi merupakan kelompok SMB (Serikat Mandiri Batanghari), pimpinan Muslim.

"Semua para pelaku telah teridentifikasi," tutupnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, Kepala Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Hendrianto, menjadi korban pengerokan yang diduga dilakukan kelompok SMB Rabu (10/7)

Ketika ditemui sejumlah wartawan di Polres Batanghari, Hendrianto, mengukapkan kejadian bermula ketika dirinya beserta anggota kelompok tani hendak menuju lokasi IUP HHK HTR (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat).

"Namun tepatnya di depan Masjid Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, usai salat kami kedatangan tiga orang. Saya tanya dari mana, mereka jawab dari SMB. Mereka lalu bertanya tujuan kami mau kemana," kata Hendrianto.

Kemudian ketiga anggota kelompok SMB menghalangi. Padahal dia beserta anggota koperasi tidak ada kegiatan lain, mereka hanya mengecek lokasi.

"Karena saat itu sudah sore sekira pukul 15.00 WIB. Namun saat kami sedang berbincang dengan tiga orang anggota SMB, tiba-tiba datang penyerangan. Mereka membawa senjata tajam berupa pedang, senjata api kecepek, pisau dan kayu," ujarnya.

Kelompok SMB kata Hendrianto, melakukan penyerangan dan merusak truk yang ditumpangi sampai hancur.

"Yang dijadikan target saat itu saya selaku Kepala Desa. Karena mereka menganggap saya menjadi pimpinan masyarakat," katanya.

Rombongan koperasi sama sekali tidak melakukan perlawanan. Mereka berusaha menghindar. Ada yang lari ke arah utara, ke timur dan lain sebagainya.

"Setelah kejadian itu, saya tau negara kita negara hukum saya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Batanghari. Mereka sangat anarkis. Tidak terhitung kalinya orang yang mukul saya. Saya luka memar di bagian tangan, luka akibat senjata tajam di bagian dada kanan, bagian punggung juga memar di pukul pakai kayu dan belakang telinga di pukul pakai kayu," katanya.

Hendrianto menyebutkan, anggota koperasi hanya berjumlah sekitar 100 orang. Sementara anggota kelompok SMB diatas 200 orang dengan perlengkapan senjata yang sudah disiapkan.

"Lokasi IUP HHK HTR mencapi 3.142 hektar. Tapi kita belum verifikasi luasnya, karena di dalam itu ada kebun dan lahan masyarakat," ujarnya.