Wisatawan Luar Daerah Sebut Instansi Pengelola WFC Minim Ide

Rabu, 12 Juni 2019 - 11:01:11 | dibaca: 296 kali


Lokasi wisata WFC Kualatungkal.
Lokasi wisata WFC Kualatungkal. /

radarjambi.co.id-TANJABBARAT-Meski menjadi salah satu ikon wisata di Kota Kuala Tungkal, Jembatan Water Front City (WFC) dinilai masih kurang terkelola oleh instansi pemerintah terkait.

Hal ini jelas terlihat pada saat hari-hari libur, pasalnya WFC yang terletak tepatnya di pinggir sungai Pengabuan juga memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung baik dari dalam Kota Kualatungkal maupun dari luar daerah.

Berdasarkan pantauan pada puncak hari libur lebaran Idul Fitri 1440 H, Minggu (9/6) kemarin, tampak ribuan pengunjung memadati sepanjang jembatan WFC sehingga tidak sedikit kendaraan pengunjung yang terjebak macet karena tidak ada larangan bagi kendaraan roda empat untuk memasuki wilayah WFC.

Selain itu sampah-sampah plastik juga tampak berserakan karena tidak adanya larangan khusus bagi pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Melihat kondisi tersebut, salah satu pengunjung dari Kota Jambi, Supardi (45) mengkritik lansung instansi pengelola Objek Wisata di Kabupaten Tanjab Barat dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) yang disebut minim ide kreasi.

"Kalau kami lihat potensi wisata ini (WFC, red) sangat menjual, karena memiliki daya tarik bagi pengunjung tapi sayang kayaknya pemerintah semtempat atau dinas pengelolanya yang kurang ide untuk menambah kesan menarik bagi pengunjung," sebut Supardi yang tengah berlibur bersama keluarganya, Minggu (9/6).

Dia menyarankan, untuk menambah kesan wisatawan dari luar daerah khususnya, pemerintah setempat diminta memanfaatkan fasilitas khas lokal seperti becak atau sepeda.

"Kami rasa akan lebih menarik jika pemerintah memberi kesempatan pada penarik becak yang merupakan transportasi khas Kualatungkal, sebagai kendaraan khusus untuk masuk wilayah WFC atau dengan kata lain kendaraan pengunjung hanya boleh parkir diluar kawasan sehingga tidak terjadi macet," sarannya.


Selain memberi keuntungan kepada penarik becak, juga dikatakan Supardi, jika kendaraan pengunjung dilarang masuk, warga lainnya di sekitar kawasan WFC juga bisa mengambil manfaat baik dengan membuka jasa rental sepeda maupun becak sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam bersama keluarga dengan mengemudi becak sendiri.


"Kami lihat selain parkir kendaraan pengunjung, pedagang di sekitar kawasan juga tidak teratur, serta tidak ada larangan membuang sembarangan sehingga terlihat sampah banyak berserakan," pungkasnya.


Terpisah, Kabid Pariwisata Disparpora Tanjab Barat, Mardius di konfirmasi terkait hal ini mengakui jika objek wisata WFC Kualatungkal belum tertata atau terakomodir dengan baik karena belum ada Perbup nya.


"WFC memang sudah diserahkan kepada Disparpora sebagai instansi pengelola, tapi belum bisa sepenuhnya karena perbupnya belum ada, kalau perdanya sudah ada," ujar Mardius dihubungi, Senin (10/6).


Lebih lanjut, terkait retribusi parkir maupun lapak pedagang di kawasan WFC, dikatakan dia masih dikelola pihak luar atau pungutan liar (pungli).


"Kita belum ada membebankan parkir kepada pengunjung, jika ada yang meminta parkir dilapangan itu liar," tegasnya.

 

 

Reporter    : Kenata

Editor        : ansory