Sebelum ke TPA, Diminta Memilah Sampah Dalam Upaya Pengelolaan Sampah

Senin, 15 April 2019 - 20:41:28 | dibaca: 130 kali


Warga Seharusnya Mebuang Sampah di Tempatnya
Warga Seharusnya Mebuang Sampah di Tempatnya /

 

Radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Dalam upaya pengelolaan sampah dengan baik, ditargetkan pada 2025 nanti, Pemkot Jambi akan mampu mengelola sampah sebesar 30 persen hingga mencapai target nasional, mengingat saat ini baru 11 persen.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Jambi, Syarif Fasha bahwa saat ini terdata sebanyak 1.574 kubik sampah yang diproduksi setiap harinya di Kota Jambi. Dari angka tersebut, baru 11 persen yang bisa dikelola dengan baik yaitu sampah an organik yang dikelola oleh masyarakat.

"Ada bank sampah dan komunitas masyarakat di Kota Jambi yang mengelola sampah dengan baik. Kita harapkan memang seperti itu, jadi sebelum ke TPA sampahnya sudah dipilah terlebih dahulu ditingkat sumber," ujarnya.

Menurut Fasha, pemerintah Kota Jambi saat ini sedang menutup TPA Lama Talang Gulo, karena Kondisinya sudah overload. Selain itu pemerintah kota Jambi akan menangkap gas metan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah itu.

Diperkirakan ada sebesar 1 juta kubik gas metan yang bisa ditangkap untuk disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk energi gas dan listrik.

"Kurang lebih mungkin sekarang sudah ada 50 atau 60 warga yang sudah menikmati gas metan ini, kita prioritaskan yang berada di lingkungan sekitar," kata Fasha.

Diperkirakan gas tersebut dapat bertahan selama kurang lebih 10 tahun.

Selain itu juga nantinya pemerintah akan membangun sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan pemakaian gas metan yang timbul dari TPA itu.

"Karena ini harus ditutup dulu, dan itu butuh dana besar, karena ditimbun pakai tanah. Semua warga yang ada disini yang jumlahnya 100 KK lebih akan menikmati ini," ujarnya.

Ardi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi menambahkan bahwa setiap harinya, jumlah sampah yang masuk ke TPA Talang gulo sudah mulai berkurang

Sebab, sampah yang diproduksi masyarakat, ada yang dikelola melalui program west to energy (WTE) yang di produksi di Pasar Talang Banjar. Sampah tersebut dikelola dan memproduksi gas serta energi listrik.

Untuk sampah dikelola oleh masyarakat menjadi produk yang bernilai ekonomis.

"Jadi, tidak semua 1.574 kubik sampah tersebut masuk ke TPA Talang Gulo," ucapnya.

 

 

Reporter : Hilman

Editor     : Ansori