Puluhan Rumah Warga Tanjabbar Terendam

Rabu, 07 November 2018 - 21:03:24 | dibaca: 258 kali


Salah Satu Rumah Warga yang Terendam
Salah Satu Rumah Warga yang Terendam /

 

radarjambi.co.id-KUALA TUNGKAL-Puluhan rumah warga dua desa di Kecamatan Muara Papalik, Tanjung Jabung Barat, terendam banjir dengan kedalaman hingga kurang lebih 1 meter.


Bahkan, akibat terjangan banjir itu, akses jalan terputus. Camat Muara Papalik, Ridwan menuturkan, sedikitnya ada 40 rumah yang terdampak banjir tersebut.
"Akses jalan putus. Ada dua desa terkena dampak banjir, Desa Intan Jaya dan Desa Sungai Papauh. Sekitar 40 rumah," kata Ridwan, Rabu (7/11).

Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi belum bisa bisa diperhitungkan. Dari informasi yang dihimpun, banjir mulai menghantam perumahan warga sejak Selasa (6/11) malam karena curah hujan yang tinggi.

Camat Muara Papalik, Ridwan mrmbenarkan puluhan rumah di wilayahnya terendam banjir, dia mengatakan banjir terjadi Rabu (07/11) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ada sekitar 40 rumah warga di dua desa tersebut yang terendam banjir demikian sejumlah jalan tergenang air.

"Iya ada sekitar 40 rumah penduduk yang terdampak banjir kedalaman variatif sekitar ± 1 meter,” ungkap Ridwan, Rabu (07/11).

Menurutnya tidak hanya merendam rumah warga, akibat banjir sekitar ini menutup akses jalan sehingga mengesolasi lalulintas transportasi kedua desa.

“Banjir sendiri akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sepekan terakhir ini,” katanya.

Peristiwa ini sudah dilaporkan ke BPDB Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Pihak Kecamatan Muara Papalik juga akan terus melakukan monitoring banjir ini,” tukas Ridwan.

Sementara di Tungkal Ilir, beberapa ruas jalan juga terendam sehingga mengganggu aktifitas warga.

Seperti halnya di Tungkal Lima Kec.Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Pasalnya, tak sedikit aktivitas warga terganggu akibat uapan air yang selalu terjadi setiap mendekati akhir tahun tersebut.

Air laut ini tinggi mulai dari pukul 13.00 WIB dan surut hingga pukul 15.00 WIB. dampaknya jalan menjadi becek dan licin, dan dapat mengakibatkan bahaya bagi pengguna jalan jika tidak berhati hati.

Hengki, salah satu warga sekitar mengaku mengeluh melihat kondisi jalan yang setiap hari digunakan dia dan warga lain tergenang air yang cukup tinggi.

Dijelaskan dia, air pasang tinggi ini memang setiap tahun jalan tersebut selalu menjadi korban langganan terendam.

“Kondisi jalan kami ini juga rendah, selain itu daerah ini juga dekat dengan laut,” kata katanya.

Menurut dia, jika jalan ini sudah tergenang air, tentu aktivitas menjadi terganggu. Tak sedikit sepeda motor warga mati mendadak akibat terendam air asin ini.

“Kita harapkan jalan kita ini ditinggikan agar tidak bisa terendam lagi kalau sudah tinggi,” harapnya.

Senada warga lainnya, Arbain juga menuturkan wajar saja jalan ini terendam lantaran kondisi nya juga tidak tinggi tanpa ada turap tepi. “Kalau jalan ini tinggi paling tidak jauh kemungkinan untuk terendam,” akuinya.

 

 

Reporter   : Kenat

Editor       : Ansori