Warga Petaling Keluhkan Aroma Limbah PT BAM

Rabu, 16 September 2015 - 14:07:37


ILUSTRASI
ILUSTRASI /

RADARJAMBI.CO.ID, SENGETI- Aroma limbaH Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT Bikon Agro Makmur (BAM) di desa Petaling Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi dikeluhkan warga. Sebab limbah-limbah tersebut mengeluarkan bau tak sedap atau aroma kotoran.

Hal ini dikatakan, Alawi, salah seorang warga Sungai Gelam. Menurut Alawi warga disini merasa resah dengan aroma tersebut, setiap hari mereka menghirup udara tak enak, katanya bauknya sangat menyengit.

"Dihidung sangat terasa terkadang mengganggu pernafasan," tutur Alawi.

Sementara itu, Kepala BLHD Kabupaten Muarojambi, Firmansyah, membenarkan terhadap pengelolaan limbah PT BAM. Menurut Firman, pengelolaan limbahnya masih diambang batas bawah baku lingkungan. Dan pihaknya sudah turun kelokasi pengelolaan limbah PT BAM.

"Limbah BAM lebih bawah baku mutu lingkungan, laporannya aroma limbahnya tinggi," jelas Firman.

Firman mengatakan, penanganan limbah tak segampang atau semudah apa yang telah dipersepsikan perusahan bedasarkan undang-undang No 5 tahun 2014 tetang baku mutu lingkungan dan sanksinya. Penyelesaian masalah lingkungan harus maksimal dan tidak menimbulkan polemik dan gesekan.

'Jika perusahaan melanggar, maka dapat disanksi pemaksaan pemerintah. Bisa disanksi dokumen, dan tindakan pidana lingkungan," terang Firman.

Lebih lanjut Firman menyebutkan, untuk tidak menimbul polemik dan gesekan ini, pihaknya akan terus melakukan pembenahan, pembinaan dan pemeliharaan kepada PKS yang memiliki pengelolaan limbah.

'Kita akan lakukan pembinaan dengan maksud pengamanan masyarakat. BLHD akan segara panggil pihak PT BAM untuk diklarifikasi temuan dilapangan. Kita akan kasih waktu 240 hari untuk pembenahan," imbuh Firman.

Wakil Humas PT BAM, T Juntak, mengatakan pihak saat ini masih dalam melakukan pembenahan, hal ini dilakukan mengatasi aroma tak sedap itu, yang sesuai dengan solusi yang berikan oleh pihak BLHD Kabupaten Muarojambi.   

"Kami (PT BAM) tengah perbaikan, sekarang masih dalam proses," timpal Juntak.

Reporter: Ansory
Editor: Gustav